Powered By Blogger

Jumat, 26 Februari 2010

10 Browser Internet Langka Yang Mungkin Belum Pernah Anda Ketahui

1. Stainless
Current release version: 0.7.5

Operating systems supported: OS X Leopard and Snow Leopard.


2. Maxthon


Current release version: 2.5.11 (the Classic Version is also available: 1.6.5)

Operating systems supported: Windows


3. Sleipnir

Current release version: 2.9.2

Operating systems supported: Windows 98 and newer


4. Swiftfox


Current release version: 3.5.6

Operating systems supported: Linux


5. Lunascape


Current release version: 6.0.1

Operating systems supported: Windows


6. Konqueror

Operating systems supported: Linux


7. Seamonkey

Current release version: 2.0.1

Operating systems supported: Windows 2000 and newer, Mac OS X 10.4 and newer, and Linux.


8. OmniWeb


Current release version: 5.0.1

Operating systems supported: Mac OS X 10.4.8 or newer


9. Camino


Current release version: 2.0

Operating systems supported: Mac OS X 10.4 or newer


10. Flock


Current release version: 2.5

Operating systems supported: Windows, Linux, Mac OS X


sumber : http://terselubung.blogspot.com/2010/02/10-browser-internet-langka-yang-mungkin.html

Kamis, 25 Februari 2010

Kelebihan dan Kelemahan Produk Emas PT Antam Tbk

PT Aneka Tambang mempunyai kelemahan dan kelebihan produk yang di produksinya.



Emas adalah salah satu produk yang di produksi PT. Antam. Emas Produk PT. Aneka Tambang (Antam) memiliki kadar yang terjamin yaitu 24 Karat, ukurat berat juga terjamin. Jika Anda membeli di tempat lain belum ada jaminan kadar dan berat. PT. Aneka tambang adalah perusahaan negara jadi tidak mungkin untuk mengurangi kadar atau berat. Keunggulan lain adalah pecahan berane ragam, dari mulai 1 gram sampai dengan 1 Kg tersedian. Jadi bila kita punya dana terbatas kita bisa memilih berat sesuai dengan dana kita. Emas batangan 24 karat produk Antam tidak kena pajak 10 % seperti halnya bentuk coin, atau dinar. Selain itu bagi yang berminat meninvestasikan emas, bila kita menjual nilai jualnya akan lebih tinggi.




Sedangkan kelemahan bila berinvestasi dengan emas adalah :
1.Tidak fleksibel, kalau kita simpan emas 1 kg, kemudian kita butuhkan 10 gram untuk keperluan tunai – tidak mudah untuk dipotong. Artinya harus dijual dahulu yang 1 kg, digunakan sebagian tunai – sebagian dibelikan lagi dalam unit yang lebih kecil – maka akan ada kehilangan biaya penjualan/adiminstrasi yang beberapa kali. 2. Kalau yang kita simpan unit kecil seperti unit 1 gram, 5 gram, 10 gram – maka biaya cetaknya akan cukup tinggi. 3. Tidak mudah diperjual belikan sesama pengguna karena adanya kendala ukuran. Pengguna yang butuh 100 gram, dia tidak akan tertarik membeli dari pengguna lain yang mempunyai kumpulan 10 gram-an. Pengguna yang akan menjual 100 gram tidak bisa menjual ke dua orang yang masing-masing butuh 50 gram dst.


sumber : http://pawnshop-sharia.blogspot.com/2009_06_01_archive.html

Senin, 22 Februari 2010

Cara menanggulangi Kondisi Cuaca saat ini

Kondisi cuaca yang sedang tidak menentu belakangan ini membuat kita harus slalu waspada pada dampak-dampak serta bencana alam yang akan terjadi, baik dari segi kesehatan maupun keselamatan masyarakat. Pada dasarnya kondisi cuaca yang buruk dan sangat tidak bersahabat merupakan kondisi yang memang seharusnya wajib di waspadai, seperti kondisi cuaca saat ini yang memasuki musim hujan adalah ancaman atau momok yang sangat menakutkan bagi warga di Indonesia khususnya yang sering berlangganan banjir yaitu Jakarta. Ironisnya keadaan tersebut di picu oleh tingkah laku individunya masing-masing, yaitu pola masyarakat yang sudah mendarah daging yaitu membuang sampah sembarangan. Keadaan seperti ini justru adalah titik yang sangat vital yang dapat menyebabkan banjir. Selain itu dengan banyaknya penebangan pohon di hutan membuat ekosistem pepohonan menurun, daya serap air juga pasti turun karena pepohonan yang aslinya untuk menyerap air hujan justru tak dapat diserap dengan baik dan menyebabkan tanah longsor dan juga banjir. Jika sudah terjadi bencana alam tersebut, maka akan banyak yang dirugikan, banyak wabah penyakit, kerugian materil, bahkan korban jiwa. Nah, kalau sudah begitu kita juga kan yang rugi, jadi lebih baik kita perbaiki dari sekarang, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan!
Sepertinya kita tidak bisa selalu menyalahkan Pemerintah karena adanya banjir, baiknya kita juga saling berkaca diri membenahi apakah sudah benar pola hidup kita, dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak menebang pohon yang dapat menyebabkan bencana-bencana alam lainnya. Demi tercipta kenyamanan dan terhindar dari bencana tersebut tentunya perlu kesadaran sendiri untuk memperbaiki semuanya, toh dengan kita memperbaiki kesalahan pola hidup kita akan memperbaiki keadaan bagi kehidupan kita semua kan?
Jadi, semua itu balik ke SDMnya sendiri yaitu sangat diperlukan kesadaran yang tinggi untuk memperbaiki pola hidup, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan, menanam pohon dan tentunya tidak menebang pohon. Gk ada salahnya toh itu semua juga buat kita dan masa depan kita semua...=)

Manfaat Rambut dan Bulu-bulu di Tubuh Kita

Pada Kepala


Rambut adalah organ seperti benang yang tumbuh di kulit hewan dan manusia, terutama mamalia. Rambut muncul dari epidermis (kulit luar), walaupun berasal dari folikel rambut yang berada jauh di bawah dermis. Fungsi rambut adalah melindungi kulit kepala dari sengatan matahari dan hawa dingin. Sedangkan rambut yang ada di kepala anda, berjumlah tidak kurang dari 100.000 helai rambut dan setiap helai tumbuh dalam waktu 2 hingga 6 tahun. Tetapi rambut akan mengalami kerontokkan setiap hari 50 hingga 100 helai tetapi rambut baru akan tumbuh. Untuk menghindari kerontokan yang lebih banyak lagi maka anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini.



Pada Mata

Fungsi alis mata selain untuk keindahan dan kecantikan adalah untuk menahan keringat dan hujan yang mengenai dahi kemudian ke mata. Alis mata juga dapat memperdalam karakter wajah Anda sesungguhnya.



Pada Hidung

Dengan adanya rambut pada hidung, maka bakteri, jamur, debu ataupun spora yang masuk kedalam hidung akan terhambat dan tersaring.
Tidak hanya itu saja, rambut pada hidung juga berfungsi meningkatkan kelembaban udara yang dihirup. Hal ini sangat penting untuk proses respirasi lanjutan.



Kumis dan Janggut

Fungsi kumis dan jenggot itu adalah sebagai tanda kelamin sekunder buat lelaki yang udah baligh (dewasa), atau dengan kata lain sebagai salah satu pembeda antara lelaki dan wanita...


Ketiak

Seperti halnya rambut badan yang lain, rambut pada ketiak biasanya mulai tumbuh pada masa pubertas dan pertumbuhannya biasanya sampai pada akhir usia remaja yakni 18-20 tahun. Perembesan feromon dari ketiak pada tingkat perkembangan manusia menunjukkan kaitan antara rambut ketiak dengan keseksualan. Respons positif terhadap rangsangan olfaktori di dalam mamalia dan desakan seks yang kuat yang disebabkan oleh perembesan feromon memberi petunjuk yang berguna mengenai tujuan dan kepentingan rambut ketiak kepada manusia. Pernah dikatakan bahawa rambut itu sendiri bertindak sebagai sifat "anti-geseran" semula jadi antara lengan atas dengan toraks. Lebih penting lagi, rambut ketiak secara semula jadi mengusir kelembapan dari kulit yang membantu kulit supaya cukup kering bagi mencegah berkembangnya bakteria yang mengeluarkan bau.




Pada Dada dan Perut

Seperti halnya kumis dan jenggot fungsi rambut pada dada dan perut (biasanya terdapat pada lelaki) adalah sebagai tanda kelamin sekunder buat lelaki yang udah baligh (dewasa)...
Pada Tangan dan Kaki
Fungsi rambut kaki dan tangan adalah sebagai alat sensor yang paling mujarab. Misal kaki kita berjalan disemak belukar. Hal yang ter-respon oleh kaki kita adalah banyak. Mulai tumbuhan yang bikin gatal atau bisa merespon kalo ada ulat..!!!

Pada Tangan dan Kaki

Fungsi rambut kaki dan tangan adalah sebagai alat sensor yang paling mujarab. Misal kaki kita berjalan disemak belukar. Hal yang ter-respon oleh kaki kita adalah banyak. Mulai tumbuhan yang bikin gatal atau bisa merespon kalo ada ulat..!!!
Rambut kemaluan adalah rambut yang terletak pada bagian depan dan juga di sekitar alat kelamin. Meskipun rambut-rambut halus sudah tumbuh sejak masa kecil, biasanya rambut kemaluan baru benar-benar tumbuh pada masa dewasa, akibat dari efek meningkatnya hormon androgen di daerah kulit sekitar alat kelamin.

Fungsi
Berbagai teori menyatakan bahwa fungsi dari rambut kelamin adalah:
  • memberikan kehangatan
  • indikasi visual dari kematangan seksual
  • pengumpulan dari pengeluaran feromon
  • mengurangi gesekan luar saat hubungan seksual
  • pelindung wilayah yang ditumbuhi rambut kemaluan, karena wilayah ini sensitif

sumber : http://haxims.blogspot.com/2010/02/manfaat-rambut-dan-bulu-bulu-di-tubuh.html

Jumat, 19 Februari 2010

Macam-macam ''Potensi Penyakit Akibat Radiasi HP''



Dewasa ini penggunaan HP meningkat pesat. Pada masyarakat modern, HP sudah menjadi sebuah kebutuhan primer. Padahal penggunaan HP itu sendiri ternyata menimbulkan radiasi yang cukup berbahaya bagi kesehatan. Pada HP terdapat transmitter yang mengubah suara menjadi gelombang sinusoidal kontinu yang kemudian dipancarkan keluar melalui antenna dan gelombang ini berfluktuasi melalui udara. Gelombang RF(radio frequency) inilah yang menimbulkan radiasi elektromagnetik.

Radiasi elektromagnetik terdiri dari gelombang elektrik dan energi magnetik dengan kecepatan cahaya. Semua energi elektromagnetik jatuh pada spectrum elektromagnetik, yang rangenya dari radiasi ELF(extremly low frequency) sampai sinar X dan sinar Gamma. Ketika orang menelpon, HPnya diletakkan dekat kepala. Pada posisi ini, peluang radiasi dari HP diserap oleh jaringan tubuh sangat besar. Yang sering diperdebatkan sekarang adalah seberapa besar radiasi tersebut berbahaya & apakah ada efek jangka panjang bagi kesehatan?

Beberapa institusi menyatakan bahwa radiasi dari penggunan HP tidak berbahaya. Dan memang radiasi HP tersebut, yang tergolong gelombang RF, tidak cukup berbahaya. Tapi bukan berarti kemungkinan adanya efek samping tidak ada. Radiasi RF pada level tinggi dapat merusak jaringan tubuh. Radiasi RF punya kemampuan untuk memanaskan jaringan tubuh seperti oven microwave memanaskan makanan. Dan radiasi tersebut dapat merusak jaringan tubuh, karena tubuh kita tidak diperlengkapi untuk mengantisipasi sejumlah panas berlebih akibat radiasi RF. Penelitian lain menunjukkan radiasi non-ionisasi (termasuk gelombang RF) menimbulkan efek jangka panjang.

Berikut beberapa penyakit dan kelainan yang berpotensi timbul karena radiasi HP :

* Kanker
* Tumor otak
* Alzheimer
* Parkinson
* Fatigue (terlalu capai)
* Sakit kepala


Penelitian yang berbeda menghasilkan hasil yang berbeda. Ada yang menyatakan radiasi HP lebih banyak menyebabkan kanker dan kelainan. Ada yang menyatakan bahwa radiasi HP tidak berhubungan dengan kanker. Terlepas dari mana yang benar atau salah tentu kita sebaiknya perlu untuk bersikap waspada dan mengantisipasi.

Berikut ada beberapa saran untuk mengurangi resiko efek radiasi HP :

* Menggunakan hand-free headset
* Menggunakan HP yang antennanya sejauh mungkin dari kita
* Jauhkan antenna selama pemakaian
* Kurangi menelpon menggunakan HP dalam gedung
* Mempergunakan HP di ruangan terbuka sesering mungkin
* Kurangi pemakaian untuk anak-anak


Jangan lagi kita meremehkan resiko dari radiasi HP ini karena akibatnya bisa fatal bagi organ tubuh kita. Jauhkanlah HP dari Anda sebisa mungkin ketika Anda tidak sedang memakainya.
Jangan terlalu sering meletakkan HP dekat dengan ginjal , jantung, dan dikantung celana Anda karena ini bisa merusak ginjal, jantung, dan sistem reproduksi Anda!

Jangan meletakkan HP dekat dengan Anda ketika tidur. Jauhkan juga barang-barang elektronik lainnya (radio, televisi, laptop) dari tempat Anda tidur karena radiasi dari barang-barang elektronik tersebut bisa membahayakan kesehatan Anda dalam jangka panjang. Radiasi yang ada mengganggu proses produksi hormone oleh tubuh kita pada saat kita tidur.

Selain itu, perusahaan-perusahaan besar yang memproduksi HP juga telah melakukan tes untuk mengukur radiasi setiap produk HP yang dihasilkan. Di Amerika terdapat suatu badan yang menilai apakah setiap produk HP yang ada layak untuk dipasarkan di masyarakat, dan yang layak dipasarkan adalah yang radiasinya dibawah level tertentu.

sumber : http://terselubung.blogspot.com/2010/02/macam-macam-potensi-penyakit-akibat.html

KECEWA


Mungkin jam segini orang-orang udah tertidur nyenyak yaa?hahaaa tapi gw?
gw benci, kesel, marah, KECEWA pastinya, mungkin itu yang bisa gw ungkapin, kenapa gw bisa ngomong kaya gini, kaya pepatah bilang, gk ada asap kalo gk ada api. Api di kepala gw lagi panas-panasnya neeeh, ampe pengen nyerocoooooos molo dari tadi!


huuuffff.....gimana ya caranya ngilangin amarah yang lagi nguasain diri kita sendiri?susah banget nih buat gw nahan emosi, tapi yang tadi udah gw lakuin cuma curhat-curhatan aja ma temen-temen gw, alhasil banyak kasih solusi juga sih, ada yang suruh sabar, ada yang ngomporin, ada yang bilang gw konyol, ada juga yang hibur gw tapi jayus..hahahaaaa ngakak sih gw, tapi dengan gitu emosi gw lama-lama jadi agak menurun dari semenjak gw dapet ato liat sesuatu yang buat gw emosi geeeellllaaaaa...hmmmmm bodo amat deh ma tu orang, just for fun, jalanin idup dengan enjoy biar gk selek *btw gw ngomong jadi ngelantur gini ya?hahahaaa......=D
huuufffff ngapain lagi ya? BETEEE niiih... belom nagntuk pula, padahal jam saat ini menunjukkan pukul 03.25pm, biasanya udah mimpi shopping neeh, wakaakakaaaa...
heeey sang kakak, mana ya solusi-solusinya kok ngambang gitu? sekarang enaknya curhat ma blog sendiri aja deh dari pada emosi n kesel-kesel sendiri gk jelas gitu, Mr.X???go to h*ll aja lo....!bla..bla..bla....LOL
sambil nyanyi...
"KELAUT AJA LOO...hahahaaaaa"
iiih malem-malem gini jadi kenapa ya gw?eh salah deng, udah pagi...
yaduuuuw badan gw pada sakit gini gara-gara gk pernah gerak, sekalinya dance-dance dikit uda kaya nenek-nenek..hadooooooooh payaaaaah!
heheeee pagi-pagi gini yang tadinya bete n emosi malah jadi senyum-senyum sendiri gini, ada apakah gerangaaaaaaan????hayooooooooo.....
udah ah curhatnya, buat Mr.X (gw KECEWA MA LO!!!munafik lo!!!!), buat temen-temen yang tadi udah nghibur gw ampe kaya orang gila ketawa-ketawa sendiri gk jelas, tengkyuuuu anyway....^^

Etika Profesi Akuntansi dalam penerapan di dunia kerja

KODE ETIK IKATAN AKUNTAN INDONESIA

Pemberlakuan dan Komposisi

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan publik, bekerja di lingkungan dunia usaha, pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya. Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik. Untuk mencapai tujuan terse but terdapat empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi:

  • Kredibilitas. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi.
  • Profesionalisme. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi.
  • Kualitas Jasa. Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi.
  • Kepercayaan. Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan.


Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian:

1. Prinsip Etika,

2. Aturan Etika, dan

3. Interpretasi Aturan Etika.

Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota, sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan. Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.

Pernyataan Etika Profesi yang berlaku saat ini dapat dipakai sebagai Interpretasi dan atau Aturan Etika sampai dikeluarkannya aturan dan interpretasi baru untuk menggantikannya.


Kepatuhan

Kepatuhan terhadap Kode Etik, seperti juga dengan semua standar dalam masyarakat terbuka, tergantung terutama sekali pada pemahaman dan tindakan sukarela anggota. Di samping itu, kepatuhan anggota juga ditentukan oleh adanya pemaksaan oleh sesama anggota dan oleh opini publik, dan pada akhirnya oleh adanya mekanisme pemrosesan pelanggaran Kode Etik oleh organisasi, apabila diperlukan, terhadap anggota yang tidak menaatinya. Jika perlu, anggota juga harus memperhatikan standar etik yang ditetapkan oleh badan pemerintahan yang mengatur bisnis klien atau menggunakan laporannya untuk mengevaluasi kepatuhan klien terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.


PRINSIP ETlKA PROFESI IKATAN AKUNTAN INDONESIA

Mukadimah

1. Keanggotaan dalam Ikatan Akuntan Indonesia bersifat sukarela. Dengan menjadi anggota, seorang akuntan mempunyai kewajiban untuk menjaga disiplin diri di atas dan melebihi yang disyaratkan oleh hukum clan peraturan.

2. Prinsip Etika Profesi dalam Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia menyatakan pengakuan profesi akan tanggungjawabnya kepada publik, pemakai jasa akuntan, dan rekan. Prinsip ini memandu anggota dalam memenuhi tanggung-jawab profesionalnya dan merupakan landasan dasar perilaku etika dan perilaku profesionalnya. Prinsip ini meminta komitmen untuk berperilaku terhormat, bahkan dengan pengorbanan keuntungan pribadi


Prinsip Pertama – Tanggung Jawab Prolesi

Dalam melaksanakan tanggung-jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.

1. Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peranan tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka. Anggota juga harus selalu bertanggung jawab untuk bekerja sarna dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat, dan menjalankan tanggung-jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi.


Prinsip Kedua – Kepentingan Publik

Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.

1. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung-jawab kepada publik. Profesi akuntan memegang peranan yang penting di masyarakat, di mana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien, pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja, pegawai, investor, dunia bisnis dan keuangan, dan pihak lainnya bergantung kepacla obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung-jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara.

2. Profesi akuntan dapat tetap berada pada posisi yang penting ini hanya dengan terus menerus memberikan jasa yang unik ini pada tingkat yang menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat dipegang teguh. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi dan sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut.

3. Dalam mememuhi tanggung-jawab profesionalnya, anggota mungkin menghadapi tekanan yang saling berbenturan dengan pihak-pihak yang berkepentingan. Dalam mengatasi benturan ini, anggota harus bertindak dengan penuh integritar, dengan suatu keyakinan bahwa apabila anggota memenuhi kewajibannya kepada publik, maka kepentingan penerima jasa terlayani dengan sebaik-baiknya.

4. Mereka yang memperoleh pelayanan dari anggota mengharapkan anggota untuk memenuhi tanggungjawabnya dengan integritas, obyektivitas, keseksamaan profesional, dan kepentingan untuk melayani publik. Anggota diharapkan untuk memberikan jasa berkualitas, mengenakan imbalan jasa yang pantas, serta menawarkan berbagai jasa, semuanya dilakukan dengan tingkat profesionalisme yang konsisten dengan Prinsip Etika Profesi ini.

5. Semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya, anggota harus secara terus-menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi.

6. Tanggung-jawab seorang akuntan tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan klien individual atau pemberi kerja. Dalam melaksanakan tugasnya seorang akuntan harus mengikuti standar profesi yang dititik-beratkan pada kepentingan publik, misalnya:
auditor independen membantu memelihara integritas dan efisiensi dari laporan keuangan yang disajikan kepada lembaga keuangan untuk mendukung pemberian pinjaman dan kepada pemegang saham untuk memperoleh modal;
eksekutif keuangan bekerja di berbagai bidang akuntansi manajemen dalam organisasi dan memberikan kontribusi terhadap efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya organisasi;
auditor intern memberikan keyakinan ten tang sistem pengendalian internal yang baik untuk meningkatkan keandalan informasi keuangan dari pemberi kerja kepada pihak luar.
ahli pajak membantu membangun kepercayaan dan efisiensi serta penerapan yang adil dari sistem pajak; dan
konsultan manajemen mempunyai tanggung-jawab terhadap kepentingan umum dalam membantu pembuatan keputusan manajemen yang baik.


Prinsip ketiga - Integritas

Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.

1. Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional. Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji semua keputusan yang diambilnya.

2. Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak dapat menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.

3. Integritas diukur dalam bentuk apa yang benar dan adil. Dalam hal tidak terdapat aturan, standar, panduan khusus atau dalam menghadapi pendapat yang bertentangan, anggota harus menguji keputusan atau perbuatannya dengan bertanya apakah anggota telah melakukan apa yang seorang berintegritas akan lakukan dan apakah anggota telah menjaga integritas dirinya. Integritas mengharuskan anggota untuk menaati baik bentuk maupun jiwa standar teknis dan etika.

4. Integritas juga mengharuskan anggota untuk mengikuti prinsip obyektivitas dan kehati-hatian profesional.


Prinsip Keempat – Obyektivitas

Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.

1. Obyektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau berada di bawah pengaruh pihak lain.

2. Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas mereka dalam berbagai situasi. Anggota dalam praktik publik memberikan jasa atestasi, perpajakan, serta konsultasi manajemen. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan sebagai seorang bawahan, melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam kapasitas keuangan dan manajemennya di industri, pendidikan dan pemerintahan. Mereka juga mendidik dan melatih orang-orang yang ingin masuk ke dalam profesi. Apapun jasa atau kapasitasnya, anggota harus melindungi integritas pekerjaannya dan memelihara obyektivitas.

3. Dalam menghadapi situasi dan praktik yang secara spesifik berhubungan dengan aturan etika sehubungan dengan obyektivitas, pertimbangan yang cukup harus diberikan terhadap faktor-faktor berikut:

(a). Adakalanya anggota dihadapkan kepada situasi yang memungkinkan mereka menerima tekanan-tekanan yang diberikan kepadanya. Tekanan ini dapat mengganggu obyektivitasnya.

(b). Adalah tidak praktis untuk menyatakan dan menggambarkan semua situasi di mana tekanan-tekanan ini mungkin terjadi. Ukuran kewajaran (reasonableness) harus digunakan dalam menentukan standar untuk mengindentifikasi hubungan yang mungkin atau kelihatan dapat merusak obyektivitas anggota.

(c). Hubungan-hubungan yang memungkinkan prasangka, bias atau pengaruh lainnya untuk melanggar obyektivitas harus dihindari.

(d). Anggota memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa orang-orang yang terilbat dalam pemberian jasa profesional mematuhi prinsip obyektivitas.

(e). Anggota tidak boleh menerima atau menawarkan hadiah atau entertainment yang dipercaya dapat menimbulkan pengaruh yang tidak pantas terhadap pertimbangan profesional mereka atau terhadap orang-orang yang berhubungan dengan mereka. Anggota harus menghindari situasi-situasi yang dapat membuat posisi profesional mereka ternoda.


Prinsip Kelima - Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya tkngan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh matifaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang paling mutakhir.

1. Kehati-hatian profesional mengharuskan anggota untuk memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan kompetensi dan ketekunan. Hal ini mengandung arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya, derni kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung-jawab profesi kepada publik.

2. Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. Anggota seyogyanya tidak menggambarkan dirinya mernilki keahlian atau pengalaman yang tidak mereka punyai. Dalam semua penugasan dan dalam semua tanggung-jawabnya, setiap anggota harus melakukan upaya untuk mencapai tingkatan kompetensi yang akan meyakinkan bahwa kualitas jasa yang diberikan memenuhi tingkatan profesionalisme tinggi seperti disyaratkan oleh Prinsip Etika. Kompetensi profesional dapat dibagi menjadi 2 (dua) fase yang terpisah:

(a). Pencapaian Kompetensi Profesional. Pencapaian kompetensi profesional pada awalnya memerlukan standar pendidikan umum yang tinggi, diikuti oleh pendidikan khusus, pelatihan dan ujian profesional dalam subyek-subyek yang relevan, dan pengalaman kerja. Hal ini harus menjadi pola pengembangan yang normal untuk anggota.

(b). Pemeliharaan Kompetensi Profesional.
Kompetensi harus dipelihara dan dijaga melalui kornitmen untuk belajar dan melakukan peningkatan profesional secara berkesinambungan selama kehidupan profesional anggota.
Pemeliharaan kompetensi profesional memerlukan kesadaran untuk terus mengikuti perkembangan profesi akuntansi, termasuk di antaranya pernyataan-pernyataan akuntansi, auditing dan peraturan lainnya, baik nasional maupun internasional yang relevan.
Anggota harus menerapkan suatu program yang dirancang untuk memastikan terdapatnya kendali mutu atas pelaksanaan jasa profesional yang konsisten dengan standar nasional dan internasional.

(3). Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkatan pemahaman dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota untuk memberikan jasa dengan kemudahan dan kecerdikan. Dalam hal penugasan profesional melebihi kompetensi anggota atau perusahaan, anggota wajib melakukan konsultasi atau menyerahkan klien kepada pihak lain yang lebih kompeten. Setiap anggota bertanggung-jawab untuk menentukan kompetensi masing-masing atau menilai apakah pendidikan, pengalaman dan pertimbangan yang diperlukan memadai untuk tanggung-jawab yang harus dipenuhinya.

4. Anggota harus tekun dalam memenuhi tanggung-jawabnya kepada penerima jasa dan publik. Ketekunan mengandung arti pemenuhan tanggung-jawab untuk memberikan jasa dengan segera dan berhati-hati, sempurna dan mematuhi standar teknis dan etika yang berlaku.

5. Kehati-hatian profesional mengharuskan anggota untuk merencanakan dan mengawasi secara seksama setiap kegiatan profesional yang menjadi tanggung-jawabnya.


Prinsip Keenam – Kerahasiaan

Setiap anggota harus, menghormati leerahasiaan informas iyang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya

1. Anggota mempunyai kewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien atau pemberi kerja yang diperoleh melalui jasa profesional yang diberikannya. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antara anggota dan klien atau pemberi kerja berakhir.

2. Kerahasiaan harus dijaga oleh anggota kecuali jika persetujuan khusus telah diberikan atau terdapat kewajiban legal atau profesional untuk mengungkapkan informasi.

3. Anggota mempunyai kewajiban untuk memastikan bahwa staf di bawah pengawasannya dan orang-orang yang diminta nasihat dan bantuannya menghormati prinsip kerahasiaan.

4. Kerahasiaan tidaklah semata-mata masalah pengungkapan informasi. Kerahasiaan juga mengharuskan anggota yang memperoleh informasi selama melakukan jasa profesional tidak menggunakan atau terlihat menggunakan informasi terse but untuk keuntungan pribadi atau keuntungan pihak ketiga.

5. Anggota yang mempunyai akses terhadap informasi rahasia ten tang penerima jasa tidak boleh mengungkapkannya ke publik. Karena itu, anggota tidak boleh membuat pengungkapan yang tidak disetujui (unauthorized disclosure) kepada orang lain. Hal ini tidak berlaku untuk pengungkapan informasi dengan tujuan memenuhi tanggung-jawab anggota berdasarkan standar profesional.

6. Kepentingan umum dan profesi menuntut bahwa standar profesi yang berhubungan dengan kerahasiaan didefinisikan dan bahwa terdapat panduan mengenai sifat dan luas kewajiban kerahasiaan serta mengenai berbagai keadaan di mana informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dapat atau perlu diungkapkan.

7. Berikut ini adalah contoh hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan sejauh mana informasi rahasia dapat diungkapkan.

(a). Apabila pengungkapan diizinkan. Jika persetujuan untuk mengungkapkan diberikan oleh penerima jasa, kepentingan semua pihak termasuk pihak ketiga yang kepentingannya dapat terpengaruh harus dipertimbangkan.

(b). Pengungkapan diharuskan oleh hukum. Beberapa contoh di mana anggota diharuskan oleh hukum untuk mengungkapkan informasi rahasia adalah:
untuk menghasilkan dokumen atau memberikan bukti dalam proses hukum; dan
untuk mengungkapkan adanya pelanggaran hukum kepada publik.

(c). Ketika ada kewajiban atau hak profesional untuk mengungkapkan:
untuk mematuhi standar teknis dan aturan etika; pengungkapan seperti itu tidak bertentangan dengan prinsip etika ini;
untuk melindungi kepentingan profesional anggota dalam sidang pengadilan;
untuk menaati peneleahan mutu (atau penelaahan sejawat) IAI atau badan profesionallainnya;.dan . untuk menanggapi permintaan atau investigasi oleh IAI atau badan pengatur.


Prinsip Ketujuh – Perilaku Profesional

Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi:

1. Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi hams dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung-jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.


Prinsip Kedelapan - Standar Teknis

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.

1. Standar teknis dan standar profesional yang hams ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh lkatan Akuntan Indonesia, International Federation of Accountants, badan pengatur, dan peraturan perundang-undangan yang relevan.


sumber : http://yahya4ever.wordpress.com/2009/04/14/etika-profesi-etika-akuntan/